Perkembangan situasi ini semakin memperkeruh hubungan bilateral kedua negara, yang memang sedang memburuk beberapa waktu terakhir.

Bulan lalu, Inggris mengumumkan larangan perdagangan terhadap barang-barang dari permukiman-permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Otoritas London menyebut adanya "pembersihan etnis terhadap warga Palestina" sebagai alasan yang mendasari larangan tersebut.

Langkah itu diambil menyusul rencana Israel untuk membangun 1.200 rumah baru di area pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat.