Sementara konser Ye dinilai ikut menarik pengunjung dari luar Jakarta. Pramono menyebut sekitar 50 persen penonton konser tersebut berasal dari luar negeri.

"Yang lebih luar biasa adalah konser Ye ini hampir 50 persen orang yang hadir, yang datang, adalah dari luar," ungkapnya.

"Karena memang ini adalah konser yang untuk kawasan Asia Tenggara dan juga Oseania ini hanya satu-satunya ada di Jakarta. Sehingga antusiasmenya cukup tinggi sekali," imbuhnya.

Pramono mengatakan tingginya aktivitas event juga ikut terasa pada sektor perhotelan. Hotel-hotel di sekitar kawasan kegiatan hingga sejumlah wilayah yang terhubung transportasi publik disebut banyak dipesan menjelang JRF dan konser Ye.

Konser Internasional Dongkrak Reputasi Jakarta

Tak hanya menggerakkan ekonomi, gelaran konser internasional dinilai ikut meningkatkan kepercayaan terhadap Jakarta sebagai kota tujuan event dunia.

Pramono mencontohkan penambahan jadwal konser grup K-Pop BTS di Jakarta. Konser yang awalnya dijadwalkan berlangsung dua hari pada 26-27 Desember 2026 ditambah satu pertunjukan pada 29 Desember.

"Saya yang senang adalah sekarang orang mempunyai trust, kepercayaan, kepada Jakarta. Sebagai contoh, besok, walaupun nanti Desember ada K-pop, bintangnya K-pop dunia, BTS yang dulu hanya dua hari, tanggal 26-27 Desember, karena Jakarta dipercaya, tambah satu hari menjadi 29. Jadi, 26, 27, 29," kata Pramono