Amadeus menyebut fenomena itu sebagai culture tripping, yakni tren ketika budaya populer menjadi salah satu faktor utama wisatawan dalam menentukan tujuan perjalanan. Dalam kasus ini, konser Celine Dion menjadi alasan kuat bagi banyak orang untuk menjadikan Paris sebagai destinasi liburan.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada sektor penerbangan. Data hotel menunjukkan masa inap selama enam hingga 13 malam meningkat 6%, menandakan banyak wisatawan memilih memperpanjang liburan mereka selama berada di Paris.

Sebelumnya, Natixis CIB memperkirakan 16 konser Celine Dion pada musim gugur tahun ini akan menarik sekitar 480.000 penonton.

Dari penjualan tiket, akomodasi, transportasi, hingga belanja kuliner, rangkaian konser tersebut diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi tim redaksi 570 juta euro hingga 1 miliar euro atau sekitar Rp 9 triliun hingga Rp 20 triliun pada 2026, dengan manfaat terbesar dirasakan kawasan Île-de-France.