Hasto juga kembali menekankan prinsip kesetaraan yang menjadi pegangan PDI Perjuangan. Dia menyebut partai tak membeda-bedakan seseorang.

"PDI Perjuangan sangat kokoh, kita tidak pernah membedakan seseorang dari suku, agama, status sosial, dan jenis kelamin," kata Hasto.

Lebih lanjut, Hasto turut menyoroti cara partai merancang strategi. Dia mengatakan politik berbasis tebakan sudah tak relevan dan menegaskan pentingnya data sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Mendesain strategi pemenangan pemilu kalau dulu itu ada yang pakai tradisional, nah sekarang nggak zamannya lagi, sekarang berbasis data," kata Hasto.

Sementara itu, konsolidasi internal tersebut dibuka oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Winarti, yang menyampaikan laporan perkembangan organisasi. Turut hadir Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Palgunadi, jajaran bendahara dan pengurus struktural partai, anggota DPRD Provinsi Lampung, serta para ketua, sekretaris, dan bendahara DPC PDI Perjuangan se-Lampung.

Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPR RI Mukhlis Basri dan Ketut Suwendra, serta sejumlah kader muda DPP PDI Perjuangan, di antaranya M. Guntur Romli.