Rinciannya, rata-rata gate in meningkat dari sekitar 3.691 pelanggan per hari pada Agustus menjadi 11.804 pelanggan per hari pada September. Sementara rata-rata gate out naik dari sekitar 2.440 menjadi 9.743 pelanggan per hari.

Jika dilihat khusus pada hari kerja, perubahan juga terlihat jelas. Rata-rata aktivitas Sudirman Baru pada hari kerja meningkat dari sekitar 7.862 aktivitas per hari pada Agustus menjadi 26.178 aktivitas per hari pada September, atau naik sekitar 233 persen.

“Sebelum pengalihan, rata-rata aktivitas di Sudirman Baru sekitar 6.100 per hari. Pada September jumlahnya sudah berada di atas 21.500 per hari. Pada hari kerja bahkan rata-ratanya mencapai lebih dari 26 ribu aktivitas. Data ini menunjukkan pelanggan mulai menyesuaikan pola perjalanannya sejak pelayanan dipusatkan di Sudirman Baru,” kata Anne.

Sebagai gambaran, Stasiun Karet pada Agustus 2026 masih mencatat 606.724 aktivitas pelanggan, atau rata-rata sekitar 19.572 aktivitas per hari, sebelum layanan naik dan turun dialihkan pada awal September.

Pergerakan di Stasiun Sekitar Juga Meningkat

Perubahan volume turut terlihat di Stasiun Sudirman yang berada di kawasan berdekatan.

Aktivitas Stasiun Sudirman meningkat dari 2.304.280 aktivitas pada Agustus menjadi 2.474.878 aktivitas pada September 2026.

Jika dihitung secara harian, rata-ratanya naik dari sekitar 74.332 menjadi 82.496 aktivitas per hari, atau tumbuh sekitar 10,98 persen.

Pada hari kerja, rata-rata aktivitas Stasiun Sudirman juga meningkat dari sekitar 82.881 menjadi 91.745 aktivitas per hari.

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan di Sudirman Baru terjadi bersamaan dengan tingginya aktivitas perjalanan di kawasan Sudirman, meski skala kenaikan Sudirman Baru jauh lebih besar setelah pengalihan layanan dari Karet.