"Masing-masing etape terdiri atas pasukan inti sebanyak 61 anggota Pramuka, pasukan pendukung 62 anggota Pramuka, serta pasukan penggembira. Sebelum pelaksanaan estafet, berbagai kegiatan sosial dan lingkungan turut digelar, tim redaksi lain resik sanggar, penanaman pohon, donor darah, cabut paku, ziarah tokoh Pramuka, pemberian santunan tali asih, serta pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Klaten, saat membacakan pesan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka di Jawa Tengah.
Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri dalam rangka Mendukung Swasembada Pangan."
"Tema ini mengamanatkan Pramuka untuk berada di garis terdepan dalam rangka kedaulatan bangsa melalui kreasi dan inovasi di bidang pangan. Semangat ini terintegrasi secara utuh dengan arahan pembangunan daerah melalui prinsip ngopeni dan nglakoni Jawa Tengah," tutur Mas Hamenang saat membacakan pesan Gubernur Jawa Tengah.
Mas Hamenang menjelaskan, ngopeni dimaknai sebagai merawat dan peduli. Nilai tersebut tercermin melalui kepedulian Pramuka dalam merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, serta melestarikan lingkungan lokal di setiap wilayah yang dilalui.
Sementara nglakoni dimaknai sebagai menjalankan dan bekerja keras. Hal tersebut tercermin dari ketangguhan pasukan ETK yang menempuh berbagai rute perjalanan dengan disiplin, kerja keras, serta mempraktikkan keterampilan hidup melalui aksi nyata di tengah masyarakat.