NADIKABAR.COM β€” Pendiri lembaga kajian Kontra Narasi Sandri Rumanama menilai Presiden Prabowo Subianto tepat melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri untuk mendampingi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.

β€œDua sosok jenderal yang memimpin Polri saat ini memiliki sisi soliditas dalam memimpin Polri dan bisa memberikan warna baru di Korps Bhayangkara,” kata Sandri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Menurut Sandri, pengalaman panjang Wahyu Hadiningrat di tingkat kewilayahan maupun Markas Besar (Mabes) Polri akan memberikan warna baru dalam kepemimpinan bersama Kapolri.

Wahyu, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1992, sebelumnya mengemban sejumlah jabatan penting, antara lain Kapolres Metro Jakarta Selatan periode 2012–2016 dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 2016.

Ia kemudian menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 2017 dan Wakapolda Metro Jaya periode 2018–2020.

Pada 2020, Wahyu dipercaya sebagai Wakabareskrim Polri, kemudian menjabat Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena) pada 2021.

Pada September 2024, Wahyu menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) hingga memperoleh pangkat jenderal polisi bintang tiga.

β€œDengan pengalaman di bidang reserse, kewilayahan, hingga perencanaan dan anggaran, sangat tepat beliau mendampingi Kapolri dalam memimpin Korps Bhayangkara,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).

Pada kesempatan yang sama, Prabowo melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Jenderal Pol. Dedi Prasetyo.

Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia ditunjuk sebagai calon Kapolri dan mendapat persetujuan DPR RI dalam rapat paripurna.

Sementara itu, Wahyu sebelumnya menjabat Astamarena Polri sebelum dipercaya sebagai Wakapolri.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari perubahan sejumlah jabatan dalam pemerintahan.

Listyo Sigit Prabowo selanjutnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Sementara itu, Dedi Prasetyo dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).