Faisol menambahkan walaupun utilisasi industri pengolahan masih di bawah 70 persen, masih terdapat ruang yang sangat besar.
"Saya perlu sampaikan bahwa sedikit mengenai industri manufaktur (pengolahan) yang terus positif karena dalam catatan yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa triwulan II 2026 βtumbuh 5,32 persen dengan menyumbang Rp1.102,88 triliun terhadap PDB, yang merupakan realisasi investasi di dalamnya sekitar 38,98 persen," katanya.βSementara itu, untuk capaian ekspornya, lanjutnya, dari total ekspor nasional maka industri pengolahan nonmigas menyumbang sebesar 82,40 persen.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,29 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026 terutama ditopang oleh industri manufaktur atau pengolahan dari sisi lapangan usaha, serta konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran.