Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud sebelumnya menyampaikan bahwa besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp6.552,1 triliun dan atas harga konstan (ADHK) Rp3.576,2 triliun.

Lebih rinci, dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan atau manufaktur menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 0,90 persen, didukung pertumbuhan sektor tersebut sebesar 4,52 persen (yoy) dan pangsa atau kontribusi terhadap PDB sebesar 18,50 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,83 persen, konstruksi dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi (infokom) dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,48 persen.