NADIKABAR.COM — Satgas Koops TNI Habema mengamankan satu pucuk senjata SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, dan 50 butir munisi kaliber 5,56 milimeter dari Kampung Done Balogo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap VIII/Intan Jaya.
Selain senjata api dan amunisi, Satgas juga mengamankan berbagai alat telekomunikasi dan sejumlah perlengkapan lapangan.
Panglima Koops TNI Habema Brigadir Jenderal TNI Riyanto dihubungi di Jayapura, Papua, Jumat, mengatakan Satgas Koops TNI Habema melalui personel Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur sebelumnya telah mengamankan kampung tersebut.
Pengamanan yang dilaksanakan di Kampung Done Balogo merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari potensi gangguan kelompok bersenjata.
Sebelumnya, Satgas Koops TNI Habema mendapat informasi mengenai keberadaan KKB Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah tersebut.
Sempat terjadi kontak tembak antara personel Satgas Koops TNI Habema dengan kelompok bersenjata itu.
"Dari laporan yang diterima, terungkap empat orang anggota KKB tewas," kata Riyanto.
Ia mengatakan setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.
Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan masyarakat harus berjalan bersama sehingga tindakan prajurit yang dilakukan. harus terukur, selektif, profesional, dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
"Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang," katanya.
Pangkoops menambahkan keamanan harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat dapat kembali berkebun dan bekerja, anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan dan pemerintahan berjalan, serta kehidupan adat dan keagamaan berlangsung dengan aman.
Ia mengatakan bagi anggota KKB yang masih berada di hutan-hutan dan ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, kesempatan itu masih terbuka luas sehingga mereka dapat kembali berkumpul dengan sanak keluarga dan membangun kampungnya.
"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka, kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman serta mari bersama-sama membangun Tanah Papua," kata Pangkoops.