NADIKABAR.COM — Kopilot pesawat maskapai flydubai yang berupaya membajak dan menjatuhkan pesawat tujuan Israel, pada Rabu (30/9), telah ditangkap dan kini berada dalam penahanan otoritas Arab Saudi. Motif di balik aksi nekat kopilot itu belum diketahui secara jelas.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, seperti dilansir AFP, Kamis (1/10/2026), mengatakan bahwa kopilot yang menikam pilot yang menerbangkan pesawat bersamanya itu sedang diinterogasi oleh otoritas Riyadh.

"Pilot yang melakukan penikaman itu telah ditangkap dan saat ini sedang diinterogasi oleh otoritas Saudi," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video.

Dia mengatakan dirinya telah memerintahkan persiapan untuk menghadapi kemungkinan ancaman lebih lanjut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa insiden yang melanda pesawat maskapai flydubai, dengan nomor penerbangan FZ 1703 itu, berawal ketika kapten pilot penerbangan, Smit Machchhar asal India, tiba-tiba ditikam oleh kopilot yang menerbangkan pesawat bersamanya pada Rabu (30/9) waktu setempat.

Identitas dan status kewarganegaraan kopilot itu belum diungkap secara resmi ke publik.

Pergumulan antara pilot dan kopilotnya ini sempat membuat pesawat menukik tajam hingga ketinggiannya turun hampir 14.000 kaki (4,267 meter) dalam waktu kurang dari 30 detik.

Machchhar ditemukan berlumuran darah dan tergeletak di lantai ketika dia berhasil menekan tombol pembuka pintu kokpit dari dalam. Hal itu yang memungkinkan para penumpang dan awak pesawat melumpuhkan kopilot, yang diduga berupaya melakukan pembajakan terhadap pesawat yang membawa 174 orang tersebut.

Dua pilot flydubai lainnya yang juga ada di dalam pesawat, kemudian mendaratkan pesawat itu secara darurat di Tabuk, Arab Saudi, setelah penerbangan tujuan Israel itu dialihkan. Para penumpang dalam penerbangan itu telah tiba di Israel dengan selamat pada Rabu (30/9) waktu setempat, dengan pesawat lainnya.

Ditanya Soal Dugaan Keterlibatan Iran, Netanyahu Bilang Gini

Netanyahu mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan siapa di balik upaya pembajakan pesawat tujuan Israel tersebut. Namun dia menegaskan akan mengusut tuntas latar belakang kopilot yang terlibat dalam insiden tersebut. Dia menambahkan bahwa Israel "kemungkinan" akan turut serta dalam penyelidikan.

Dalam wawancara dengan Sean Hannity, host program "Hannity" di Fox News, seperti dilansir Reuters, Netanyahu ditanya soal apakah ada indikasi keterlibatan Iran dalam insiden tersebut.

"Masih terlalu dini untuk memastikannya. Pilot yang melakukan serangan itu kini sedang diperiksa di Arab Saudi. Saya rasa dia akan dibawa ke Emirat, tempat asalnya, atau setidaknya tempat dia berangkat. Dan kita akan memantau dan mungkin juga turut serta dalam penyelidikan ini. Jadi, kita akan mengetahuinya," kata Netanyahu dalam wawancara tersebut.

"Kita akan mengusut tuntas latar belakang pelaku ini, apakah dia memiliki kaki tangan, atau apakah Iran berada di baliknya. Saya rasa kita akan segera mengetahuinya," ucap PM Israel tersebut.