Sejak wabah itu dimulai, lebih dari 8.000 kasus terkonfirmasi dan sekitar 4.000 kematian telah dilaporkan, kata MSF dalam sebuah pernyataan.

MSF menggambarkan kondisi itu sebagai wabah Ebola terbesar dan paling mematikan yang pernah tercatat di RD Kongo. MSF juga mengonfirmasi bahwa salah satu stafnya yang terlibat dalam penanganan Ebola dinyatakan positif terinfeksi virus Bundibugyo dan sedang dievakuasi secara medis ke Belanda sesuai dengan protokol medis yang ketat. "Tenaga kesehatan termasuk di antara mereka yang paling berisiko," kata MSF. Sementara itu, PBB memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan di RD Kongo bagian timur semakin menghambat penanganan Ebola, setelah sebuah pusat transit utama bagi pasien yang diduga terinfeksi hancur akibat kebakaran di kamp pengungsi Kigonze di Provinsi Ituri. Wabah tersebut, yang diumumkan pada Mei, kini menjadi wabah Ebola terbesar kedua di dunia setelah epidemi Afrika Barat pada 2014-2016.