NADIKABAR.COM — Jumlah korban tewas dalam serangan teroris yang menargetkan sebuah gereja di Kegubernuran Karak, Yordania selatan, bertambah. Kini korban tewas menjadi sembilan orang.
Dilansir Xinhua, Minggu (25/10/2026), data ini merupakan data per Sabtu (24/10). Dua orang yang baru saja meninggal sempat dirawat karena luka parah. Sementara itu, Raja Yordania Abdullah II berjanji akan memberikan respons tegas atas insiden tersebut.
Direktorat Keamanan Publik Yordania menjelaskan dua orang yang berada dalam kondisi kritis meninggal dunia akibat luka-luka mereka di Rumah Sakit Militer Prince Ali.
Sebelumnya pada hari yang sama, Raja Yordania Abdullah II memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional. Dalam rapat tersebut, Raja Abdullah II mengutuk serangan itu dan mengatakan tidak akan ada toleransi jika menyangkut nyawa warga Yordania.
Raja Abdullah II menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan warga Yordania merupakan garis merah, seraya berjanji bahwa keadilan akan menjangkau setiap teroris.
Tujuh orang tewas dan 34 lainnya terluka dalam serangan penembakan saat upacara pemakaman di Karak, demikian disampaikan direktorat tersebut pada Jumat (23/10).
Seorang juru bicara direktorat tersebut mengatakan aksi kriminal itu dilakukan oleh orang-orang yang belum teridentifikasi, seraya mengungkapkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.