NADIKABAR.COM — Korban tewas akibat serangan pesawat nirawak (drone) Rusia ke sebuah stasiun kereta di Kota Dnipro, Ukraina, bertambah. Korban tewas kini menjadi 14 orang.
Dilansir dari Reuters, Jumat (3010/2026), rentetan serangan ini mengguncang berbagai kota di Ukraina, saat gencatan senjata lokal di wilayah selatan Kherson sempat memunculkan harapan.
"Rusia dengan sengaja mengincar warga sipil: di dalam kereta, di stasiun, maupun di bangunan tempat tinggal," ujar Perdana Menteri Ukraina, Sergiy Koretskyi, melalui aplikasi Telegram.
"Tidak ada pembenaran untuk teror semacam ini, dan tidak akan pernah ada," lanjutnya.
Sementara, 5 orang lainnya tewas dalam serangan di dua kota provinsi lain. Serangan rudal baru menghantam sejumlah distrik di Kyiv tepat sebelum pukul 23.00 waktu setempat dan menewaskan satu orang, demikian pernyataan administrasi militer kota tersebut.
Beberapa gudang terbakar. Puing-puing yang jatuh merusak sebuah bangunan di sisi timur Sungai Dnipro.
Beberapa jam sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut serangan-serangan tersebut sebagai tindakan yang "sangat kejam" dan "dilakukan dengan sengaja, justru saat semua pihak mengharapkan langkah-langkah de-eskalasi".
Zelenskiy memperingatkan bahwa Ukraina telah menerima informasi intelijen "mengenai persiapan Rusia untuk melancarkan serangan rudal balistik baru. Kami membutuhkan sarana untuk melumpuhkan segala kejahatan Rusia ini. Kami menantikan keputusan yang tepat terkait hal tersebut".
Gencatan senjata selama enam hari, yang dimediasi dengan bantuan Amerika Serikat, hanya berlaku di wilayah Kherson, Ukraina Selatan. Di sana, sebuah misi kemanusiaan tengah dijalankan untuk menyalurkan bantuan ke kota Oleshky-wilayah yang dikuasai Rusia dan terisolasi di tengah zona perang sejak dimulainya invasi Moskow pada tahun 2022.
Kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan yang hampir serupa, yang menyatakan bahwa operasi pembersihan ranjau telah rampung, sehingga bantuan dapat disalurkan ke kota tersebut dan penduduk yang ingin pergi diperbolehkan untuk keluar.
Di tempat lain, serangan drone dan rudal Rusia yang menyasar infrastruktur vital-termasuk jaringan kereta api-telah mengacaukan kehidupan warga sipil dan melumpuhkan perekonomian.