NADIKABAR.COM — Jumlah korban tewas akibat serangan teror di Pakistan mencapai 21 orang, termasuk 15 polisi, menurut surat kabar Dawn dengan mengutip pejabat kepolisian dan petugas medis setempat, Jumat (18/9).
Lebih dari 80 orang terluka akibat serangan tersebut, sementara tiga di antaranya dalam kondisi kritis, menurut laporan tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, sekelompok pelaku teror, termasuk pelaku bom bunuh diri, menyerang salah satu kantor polisi di Kota Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.
Stasiun TV Geo News melaporkan sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka dalam peristiwa tersebut.
Sebuah kendaraan yang membawa bahan peledak menabrak gerbang kantor polisi dan meledak.
Setelah itu, tujuh orang militan bersenjata memasuki gedung tersebut. Enam di antaranya, termasuk seorang pelaku bom bunuh diri dan penembak jitu, dilumpuhkan oleh pasukan keamanan.
Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada masjid yang berada di sebelah kompleks kepolisian dan menyebabkan salah satu dindingnya runtuh.
Operasi penyelamatan masih berlangsung di lokasi kejadian.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk serangan tersebut dan menginstruksikan pihak berwenang untuk memberikan bantuan medis kepada para korban dan menyampaikan laporan mengenai sifat serta penyebab ledakan.
Penerjemah: Asri Mayang Sari