NADIKABAR.COM — Jumlah korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan tua di Bumiayu, Brebes, bertambah menjadi 3 orang. Seorang lansia ditemukan tak bernyawa di bawah puing bangunan.
Korban bernama Kanjat (85), warga Desa Dukuhturi, ditemukan petugas gabungan yang sedang membersihkan puing-puing bangunan. Lansia ini ditemukan sudah tewas pada pukul 13.45 WIB.
Koordinator Penanganan Bencana BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko menyatakan, jenazah Kanjat langsung dibawa ke RSUD Bumiayu oleh tim BPBD untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya Kanjat, total korban meninggal dunia dalam peristiwa robohnya Gedung Hogwan menjadi tiga orang.
Laporan sebelumnya menyebutkan, runtuhnya Gedung Hogwan memakan korban jiwa 2 orang anak. Mereka adalah kakak adik anak dari Feti yang rumahnya bersebelahan dengan gedung Hogwan.
"Alhamdulillah, satu lagi korban reruntuhan puing Gedung Hogwan sudah ditemukan di bawah reruntuhan tepat pukul 13.45 WIB. Lansia 85 tahun tubuhnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Kepala Pos BPBD Bumiayu, Budi Sudjatmiko, Minggu (30/8) siang.
Sampai saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan dan pembersihan material reruntuhan Gedung Hogwan. Kondisi sisa bangunan juga terus dipantau untuk mengantisipasi adanya material yang masih berpotensi membahayakan petugas maupun warga di sekitar lokasi.
Diberitakan sebelumnya, insiden ini bermula saat gedung tua Hogwan di RW 03, Desa Dukuhturi, Jalan Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, ambruk pada Minggu (30/8) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Material bangunan yang runtuh menimpa tiga rumah warga yang berada di sekitar gedung tersebut.
Gedung ambruk ini berada di RW 3 Desa Dukuhturi dan merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Saat itu, gedung Hogwan merupakan pabrik tepung tapioka. Pabrik ini kemudian tutup dan belakangan menjadi gedung olahraga badminton.