NADIKABAR.COM — Korea Utara pada Senin (2/11) menolak tuduhan AS yang mengaitkan negara tersebut dengan pencurian mata uang kripto bernilai miliaran dolar yang melibatkan Binance, dan menuduh Washington menggunakan tuduhan kejahatan siber untuk merusak reputasi internasionalnya.

Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berpengaruh sekaligus pejabat senior Partai Buruh, menyebut tuduhan tersebut sebagai "provokasi politik yang serius," menurut laporan kantor berita negara KCNA, Selasa (3/11).

Dia menyatakan bahwa FBI berupaya menggambarkan Korea Utara sebagai "negara penjahat siber" dengan menuduh sebuah kelompok peretas yang didukung oleh Pyongyang terlibat dalam pencurian tersebut.