“Kami memantau secara ketat berbagai aktivitas Korea Utara dan mempertahankan kemampuan serta kesiapan untuk merespons secara luar biasa setiap provokasi, berdasarkan postur pertahanan gabungan Korea Selatan-AS yang kokoh,” kata JCS.

Peluncuran itu terjadi sekitar sepekan setelah Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek dari wilayah yang sama ke arah Laut Timur pada 12 September.

Dalam pemberitaan dua hari setelahnya, Korea Utara mengatakan pihaknya telah melaksanakan latihan serangan daya tembak yang melibatkan unit artileri dan rudal dengan sistem tempur baru, termasuk peralatan drone serang, rudal jelajah taktis, peluncur roket ganda berkaliber besar, dan rudal balistik taktis.

Peluncuran terbaru tersebut berlangsung ketika Pyongyang meningkatkan kritik terhadap sejumlah latihan militer utama di kawasan yang melibatkan Seoul, Washington, atau Jepang.