Kasrem meminta setiap unsur memastikan tidak terjadi tumpang tindih tugas dan seluruh mekanisme komunikasi serta evakuasi dipahami sebelum pelaksanaan.

"Apabila dalam TFG masih ditemukan kelemahan, segera perbaiki. Jangan sampai kekurangan baru ditemukan ketika situasi darurat benar-benar terjadi," ucapnya.

Kegiatan tersebut diikuti PJU Korem 162/Wira Bhakti, Karoops Polda NTB, Dandim se-Pulau Lombok, Danlanud ZAM, Pasops Lanal Mataram, sejumlah kepala dinas, serta unsur terkait.

Melalui TFG, Korem 162/Wira Bhakti dan unsur terkait mematangkan kesiapan pengamanan dan penanganan keadaan darurat untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di NTB.