Ia juga menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Polri untuk selalu hadir bersama masyarakat, saling membantu, mendukung, menguatkan, dan mengingatkan.
Aries menambahkan Korlantas Polri ingin memastikan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi juga proaktif mendatangi masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan memberikan solusi yang memudahkan.
Dalam program jemput bola ini, layanan SIM yang diberikan meliputi pelayanan administrasi, ujian teori, ujian praktik, serta edukasi keselamatan berkendara.
Dari sekitar 3.000 santri Pondok Pesantren Daar El-Qolam, tercatat sebanyak 405 santri telah berusia 17 tahun dan memenuhi persyaratan untuk memiliki SIM.