Kementerian Unifikasi Korsel, pada Mei lalu, telah mendapat izin pengecualian sanksi dari komite sanksi Korut di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menyumbang perangkat medis tersebut.

Akan tetapi, implementasi rencana yang diperkirakan menghabiskan dana 6,75 juta dolar AS tersebut akan bergantung pada respons Korut dan masih dapat berubah.

Masih belum jelas pula apakah Pyongyang akan mau menerima bantuan tersebut, mengingat komunikasi dan jalur dialog antara Korsel dan Korut sama sekali terputus di tengah memburuknya hubungan bilateral.