"Kantor kepresidenan menyatakan penyesalan mendalam atas tindakan sepihak Ukraina dalam mengungkap informasi tersebut serta pernyataan keliru mereka yang menyebutkan bahwa tidak ada kesepakatan kerahasiaan," ujar Seong.

Kantor Kepresidenan Korsel menyebut Ukraina telah berulang kali membahas pemindahan tawanan tersebut dengan Seoul melalui berbagai saluran dan meminta agar hal itu dirahasiakan. Sebab pengungkapan kepada publik terkait pemindahan tawaanan perang dapat memicu kritik di dalam negeri yang menuding Kyiv telah melewatkan kesempatan untuk menukarkan para tentara tersebut dengan tawanan perang Ukraina.

Korea Selatan setuju untuk merahasiakan pemindahan tersebut dengan mempertimbangkan aspek keamanan, diplomatik, dan kemanusiaan, termasuk keselamatan para tawanan dan keluarga mereka.

Namun, Ukraina kemudian mengungkap pemindahan itu dalam pidato Presiden Volodymyr Zelensky di hadapan Majelis Umum PBB tanpa konsultasi awal yang memadai. Mereka lalu menyangkal adanya kesepakatan kerahasiaan apa pun.