Karena itu, Farhan menilai pelaksanaan Munas IMA dapat menjadi momentum untuk mengumpulkan data sekaligus menunjukkan potensi Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Menurut dia, pengembangan sektor MICE tidak hanya berdampak pada pariwisata, tetapi juga berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, hingga usaha masyarakat.
Farhan berharap para praktisi dan ahli pemasaran yang tergabung dalam IMA dapat membuka peluang kolaborasi untuk mempromosikan Kota Bandung secara lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya sangat berharap para ahli marketing ini nanti akan bermitra dengan Kota Bandung untuk pengembangan memasarkan Kota Bandung itu ke seluruh Indonesia, bahkan kalau perlu ke seluruh dunia,” ujarnya.