Tujuh pulau tersebut dulunya dihuni oleh komunitas nelayan dan berbagai komunitas lainnya. Uniknya, semua pulau memiliki budaya dan tradisi yang berbeda-beda, meski berdekatan.

"Kita telah menciptakan kota dari air," kata Mariam Dossal, profesor sejarah emeritus di Universitas Mumbai, yang telah mempelajari reklamasi selama periode Inggris, dikutip dari The Guardian.

Sebelum disatukan, Pulau Bombay dikuasai oleh Portugis sejak abad ke-16. Pada 1662, Pulau Bombay diberikan kepada Kerajaan Inggris usai putri Raja Portugal, Catherine dari Braganza, dinikahkan dengan Charles II, demikian dilansir Times of India.

Setelah menjadi satu, pulau tersebut terus berkembang. Jalur kereta api pertama di Asia diresmikan, perdagangan kapas menjadi pusat global, dan pembangunan pabrik serta perusahaan meluas di kota.