NADIKABAR.COM — Warga bersama guru SMP negeri se-Kota Bogor, Jawa Barat, menyalurkan donasi sebesar Rp111,5 juta untuk membantu pemulihan pendidikan bagi penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi di Bogor, Jumat, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana masyarakat bersama para guru melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kota Bogor.
"Ini bentuk kesetiaan dari para guru untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana. Nominalnya mungkin tidak besar, namun naluri dan rasa persaudaraan kita terhadap korban bencana terus terjaga," kata Herry.
Ia menjelaskan penggalangan dana tersebut difokuskan untuk membantu pemulihan sektor pendidikan yang terdampak gempa bumi di wilayah Flores.
Menurut dia, para tenaga pendidik di Kota Bogor sebelumnya juga telah menggalang bantuan untuk masyarakat di sejumlah daerah lain yang mengalami bencana alam.
"Semoga yang kami berikan ini bisa menjadi manfaat untuk saudara-saudara kita yang berada di NTT," ujarnya.
Bantuan senilai Rp111,5 juta tersebut diserahkan secara simbolis kepada Yayasan Salam Aid di Graha Pena, Kota Bogor, Jumat, dengan disaksikan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
Jenal mengapresiasi kepedulian masyarakat dan tenaga pendidik yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk membantu penyintas bencana di NTT.
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi wujud solidaritas antarmasyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai musibah, sekaligus meringankan beban warga yang terdampak.
"Hal-hal kecil yang mungkin bisa kita bantu dan mudah-mudahan menjadi kebermanfaatan untuk mereka. Jadi jangan ragu untuk melakukan hal yang bermanfaat," kata Jenal.
Sementara itu, Ketua Yayasan Salam Aid Husnan mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim kemanusiaan untuk membantu penanganan dampak gempa bumi di Flores.
"Misi kemanusiaan ini dilakukan untuk membantu para penyintas yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores, NTT," kata Husnan.