β€œKami akan mengembangkan proyek percontohan penyiapan dan penempatan pekerja pertanian ke luar negeri. Mulai dari identifikasi kebutuhan tenaga kerja, rekrutmen, pelatihan, penguasaan bahasa, sertifikasi hingga penempatan,” ujar Christina.

β€œNantinya, lembaga pendidikan dan pelatihan pertanian menjadi pusat penyiapan talenta sebelum calon pekerja menjalani proses penempatan,” tambahnya.

Wakil Menteri P2MI itu mengatakan bahwa peluang besar penempatan pekerja migran di sektor pertanian harus diikuti dengan penyiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.