Budi menuturkan penyidik mendalami dugaan konflik kepentingan yang melibatkan Bima dengan menunjuk perusahaan istrinya untuk mengerjakan paket proyek di BNPB.
"Berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan, salah satu unsurnya adalah saudara BMS [Bima Setiawan] ini yang kemudian menunjuk perusahaan milik dari saudari SE [Sri Endang] yang merupakan istrinya. Ya, itu ada beberapa paket pekerjaan di situ," ungkap Budi.
NadiKabar.com belum mendapat keterangan dari Sri Endang mengenai pemeriksaannya tersebut.
Sebelumnya, KPK menemukan dugaan konflik kepentingan dan suap dalam proses penggunaan DSP yang diperuntukkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga banjir di Aceh dan Sumatera.