"Ini dapat dilakukan untuk menjaga kelembapan media tanam dan mengurangi penguapan. Untuk lahan tertentu, teknologi irigasi hemat air seperti irigasi tetes atau sprinkler dapat digunakan sesuai kondisi dan kebutuhan," jelas Taufik.

Selain itu, Taufik mengatakan, kondisi setiap lokasi berbeda-beda, sehingga tingkat kendalanya juga tidak sama.

Secara umum, keterbatasan air perlu diantisipasi terutama pada lokasi yang tidak memiliki sumber atau tempat penyimpanan air yang memadai.

"Pemantauan kondisi tanaman dan ketersediaan air di masing-masing lokasi menjadi penting agar apabila terdapat kendala dapat segera dilakukan penanganan," ucap Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menyebut, selama musim kemarau, masyarakat dapat memilih tanaman yang relatif lebih adaptif terhadap kondisi kering dan memiliki kebutuhan air yang tidak terlalu tinggi.