Apakah semua aktivitas kretek leher berbahaya?
Tidak semua bunyi atau gerakan pada leher otomatis menyebabkan stroke. Risiko tersebut tergolong jarang, tetapi tetap perlu diperhatikan.
National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menjelaskan bahwa manipulasi tulang belakang, khususnya pada bagian leher, telah dikaitkan dengan kasus robekan arteri leher yang dapat berujung pada stroke.
Namun, hubungan sebab-akibat antara manipulasi leher dan stroke belum sepenuhnya dipastikan. Sebagian penelitian menemukan adanya hubungan, sementara penelitian lain menunjukkan hasil yang belum konklusif.
American Heart Association juga menjelaskan bahwa robekan pembuluh darah di leher dapat terjadi tanpa benturan besar. Gerakan leher yang tiba-tiba atau tekanan mekanis tertentu diduga dapat berperan pada sebagian kasus.
Artinya, bukan berarti setiap orang yang membunyikan leher akan mengalami stroke. Namun, kebiasaan memutar atau menarik leher secara paksa sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan cedera.
Gejala cedera pembuluh darah leher yang perlu diwaspadai
Robekan pada pembuluh darah leher terkadang tidak langsung menunjukkan gejala yang jelas. Beberapa keluhan bahkan dapat menyerupai sakit kepala atau nyeri otot biasa.