"Akses buat anak-anak disabilitas 1 persen belum terealisasi. Ini lebih kepada sikap kemanusiaan kita. Di sini lebih menyentuh ke korporasi, perusahaan besar swasta untuk bisa terlibat langsung. Lebih ke jiwa hati yang tersentuh. Menurut UU sudah ada dari '98, dan turunannya ini perlu direalisasikan," ujarnya.
Istri Raul Lemos ini juga terharu melihat potensi besar yang dimiliki para penyandang disabilitas di lapangan, seperti pekerja profesional di Stasiun Gambir hingga Kereta Cepat Whoosh. Ia berharap industri hiburan dan pemerintah ikut tergerak membuka pintu lebih lebar.
"Mudah-mudahan langkah kecil kita bisa mendorong akses mereka yang lebih baik. TV-TV mungkin bisa bikin Indonesian Idol dengan disabilitas, bukan tidak mungkin. Atau bidang-bidang lain kayak sains. Kemampuan mereka luar biasa, punya keahlian," katanya.
KD juga berharap pihak legislatif, khususnya Komisi VIII DPR RI, dapat terus mengawal hak-hak serta fasilitas bagi teman-teman disabilitas di Tanah Air.