"Kami terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Kami juga berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan regulasi dan hukum yang menjadi akar masalah terhentinya jaringan air bersih ini," tegas Iqbal.
Menurut Iqbal, persoalan suplai air di kawasan tiga Gili tidak sederhana karena berkaitan langsung dengan aspek lingkungan dan proses hukum yang sedang berjalan. Namun, dia menilai solusi darurat tetap harus diambil.
"Saya sudah berbicara langsung dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup untuk menjelaskan situasi kedaruratan ini. Suplai air harus tetap berjalan karena menyangkut kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan keberlangsungan sektor pariwisata," pungkasnya.
Suasana warga membeli air di Gili Trawangan imbas krisis air bersih. (Dok. Pemprov NTB).