NADIKABAR.COM — Krisis air di Gili Trawangan, Lombok Utara, tak kunjung terselesaikan. Kondisi itu membuat para wisatawan, termasuk ratusan turis asing mengeluh. Mereka pun memilih untuk meninggalkan destinasi wisata andalan Lombok itu lebih awal.

Kondisi itu tak cuma berdampak kepada warga setempat. Pengusaha akomodasi wisata di Gili Trawangan juga menjerit akibat krisis air bersih sejak Jumat (4/9).

Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu Kusnawan, mengungkapkan krisis air terjadi di tengah puncak musim kunjungan (high season). Menurut Kusnawan, sejumlah pengelola hotel terpaksa menyedot air kolam hingga membeli air dari luar pulau untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

"Terpaksa sedot air kolam dan lain-lain. Sementara industri saat ini pontang-panting menjaga tamu supaya tetap stay dengan pelayanan prima," ujar Kusnawan kepada NadiKabar, Minggu (6/9/2026).

Kusnawan mendesak pemerintah untuk segera memberikan solusi terkait krisis air bersih di Gili Trawangan. Dia menyebut sedikitnya 315 wisatawan sudah meninggalkan Gili Trawangan lebih awal.