NADIKABAR.COM — Persediaan darah di Kabupaten Cianjur mengalami kekosongan sejak sebulan terakhir. Kondisi ini berdampak serius bagi pasien talasemia yang membutuhkan transfusi rutin, sehingga mereka kini terpaksa bergantung sepenuhnya pada donor dari pihak keluarga.
Kepala UTD PMI Kabupaten Cianjur, dr. Susilawati, mengungkapkan bahwa jumlah pendonor menurun drastis dalam satu bulan terakhir. Minimnya partisipasi masyarakat membuat PMI kesulitan memenuhi kebutuhan bulanan yang mencapai 2.000 hingga 3.000 labu darah.
"Untuk Juli, stok darah sempat terpenuhi. Tapi di Agustus hingga pertengahan September ini atau sudah sebulan lebih stok kurang," kata dia, Sabtu (12/9/2026).
Susilawati menjelaskan, pasien talasemia merupakan kelompok yang paling membutuhkan pasokan darah, dengan estimasi kebutuhan mencapai 600 labu per bulan.
"Kebutuhan bisa lebih tinggi, karena pasien talasemia ada yang 2 kali transfusi dalam sebulan," kata dia.