NADIKABAR.COM β€” Mikel Arteta tetap melontarkan kritik meski Arsenal berhasil mengalahkan Slavia Praha 2-1 dalam lanjutan Liga Champions. Manajer The Gunners itu menilai timnya tampil ceroboh pada babak kedua dan masih banyak yang harus dipelajari.

Arsenal sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat baik. Noni Madueke membawa tim tamu unggul pada menit kesembilan. Viktor GyΓΆkeres kemudian menggandakan keunggulan Arsenal pada menit ke-38.

Dengan keunggulan dua gol, Arsenal seharusnya bisa mengendalikan pertandingan. Namun, situasi berubah setelah turun minum. Slavia Praha tampil lebih agresif dan membuat pertahanan The Gunners berada dalam tekanan.

Gabriel Magalhaes dua kali harus menyapu bola sundulan lawan tepat di garis gawang. Sementara itu, kiper David Raya melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang Oskar Kubiak.

Arsenal akhirnya gagal mempertahankan keunggulan tanpa kebobolan. Wiktor Nowak memperkecil ketertinggalan Slavia menjadi 1-2 pada menit ke-90 setelah menyambut umpan silang David Jurasek. Slavia terus menekan pada masa injury time. Arsenal pun harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan tersebut menjadi yang ketiga bagi Arsenal dalam empat pertandingan Liga Champions musim ini. The Gunners naik ke posisi ketiga klasemen, tetapi Arteta tidak puas dengan penampilan timnya pada babak kedua.

"Ini dua babak yang sangat berbeda. Pada babak pertama, saya rasa kami bermain pada level yang sangat tinggi, bahkan luar biasa pada beberapa momen. Skornya seharusnya bisa mencerminkan keunggulan tiga atau empat gol," kata Arteta seperti dilansir ESPN.

Arteta mengaku sudah mengingatkan para pemain saat jeda bahwa Slavia merupakan tim dengan semangat juang tinggi. Menurutnya, lawan akan terus berlari, tetap percaya diri, dan bermain semakin agresif. Tapi Arsenal justru gagal mengendalikan permainan setelah babak kedua dimulai.

"Pada babak kedua, kami lebih banyak berada dalam tekanan dan bermain sangat ceroboh. Kami terlalu sering kehilangan bola, melakukan banyak sapuan yang buruk, serta tidak mampu mempertahankan penguasaan bola maupun struktur permainan," ujarnya.

Arteta menilai Arsenal harus menerima tekanan karena lawan-lawan di Liga Champions memiliki kualitas untuk menghukum kesalahan mereka. "Pada akhirnya, Anda harus berjuang keras karena tim-tim di Liga Champions sangat bagus. Jadi, masih banyak yang harus dipelajari," tegasnya.