β€œKeberagaman peserta tersebut menjadi gambaran bahwa ekosistem kriya di Indonesia dibangun oleh banyak pihak. Kriya bukan hanya milik satu daerah atau sekelompok, melainkan merupakan kekayaan bersama yang perlu kita rawat, kembangkan, dan dorong agar semakin dikenal di dalam maupun luar negeri,” kata Ayu.

Kriyanusa 2026 juga menghadirkan selain pameran, terdapat fashion show, parade wastra, talkshow, penghargaan untuk booth terbaik dan kriya potensial, workshop atau lokakarya, entertainment, serta berbagai pengalaman digital seperti visual imersif, hologram, dan membatik digital.

Melalui program-program tersebut, kata Ayu, pameran tersebut ingin menunjukkan bahwa kriya dan budaya dapat berjalan berdampingan dengan teknologi dan inovasi. Kehadiran wastra holo misalnya, diharapkan dapat membawa masyarakat lebih dekat dengan filosofi, makna, dan cerita yang terbaik di balik wastra dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.