NADIKABAR.COM — Kroasia mengonfirmasi 25 kasus virus West Nile sepanjang tahun ini, termasuk satu kematian yang diakibatkan, demikian laporan Institut Kesehatan Masyarakat Kroasia (HZJZ), Kamis (29/10) waktu setempat.
Dari jumlah tersebut, 19 kasus diketahui menampakkan gejala, termasuk dua yang mengalami demam West Nile dan 17 lainnya berupa penyakit neuroinvasif, yakni infeksi yang menyerang sistem saraf dan lebih parah.
Zagreb dan daerah sekitarnya mencatat 15 kasus infeksi virus West Nile, menjadikannya wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Sebagian besar infeksi virus West Nile di Kroasia tercatat antara pertengahan Juli hingga akhir Oktober. HZJZ menyatakan bahwa musim penularan diperkirakan akan berakhir seiring dengan turunnya suhu.