Setelah menerima informasi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat melakukan koordinasi untuk mempersiapkan proses evakuasi. Upaya penjemputan sempat terkendala kondisi cuaca yang buruk sehingga helikopter tidak dapat mencapai lokasi.

"Kegiatan ini menggunakan helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, setelah kita rencanakan, empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana," beber Yusuf.

Yusuf mengungkapkan kondisi cuaca pada Senin pagi tadi dinilai memungkinkan sehingga proses evakuasi dapat dilaksanakan. Tim yang terdiri dari personel Satgas Damai Cartenz, tokoh masyarakat, dan kepala kampung kemudian melakukan penjemputan terhadap Demerina.

"Tadi pagi, Alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi," katanya.

Demerina selanjutnya dibawa menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dan tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah pada pukul 09.08 WIT. Demerina langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan Kesehatan.

"Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan," jelas Yusuf.