Dari hasil pemeriksaan, pelaku berdalih kesal karena ditampar ayah gara-gara pulang larut malam.
"Nah, (motif) itu masih kita lakukan pendalaman. Namun sementara yang berhasil dihimpun oleh penyidik, itu terkait dengan motif kesal karena ditegur oleh korban, karena si pelaku ini dia pulang malam, kemudian ketika disuruh istirahat tidak mau," jelas Anggi.
Jasad korban dimakamkan hari itu juga oleh keluarga. Akan tetapi kematian korban menyisakan kecurigaan keluarga, usai melihat luka tak biasa pada dahi korban.
Pihak keluarga sepakat membuat laporan ke Polsek Gunung Sindur, pada 29 Agustus atau tiga hari setelah kematian korban. Polisi menindaklanjuti laporan tersebut, dengan melakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian korban, pada 20 September.
"Adapun hasil sementara dari ekshumasi tersebut yang dilakukan oleh tim, diperoleh fakta bahwa terdapat luka tajam di bagian dahi sebelah kiri, berikut dengan terdapat luka akibat benda tumpul atau perlukaan tumpul di bagian kepala kanan ya," kata Anggi.