NADIKABAR.COM — Kematian bayi berjenis kelamin perempuan berusia 1 tahun di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, bikin geger warga. Polisi mengungkap ternyata korban dianiaya hingga meninggal dunia oleh ayah tirinya berinisal RP (30).
Kasus ini terungkap pada Kamis (1/10/2026), sekitar pukul 19.50 WIB setelah Polsek Cakung menerima laporan adanya penemuan bayi meninggal secara tidak wajar. Tim Unit Reskrim Polsek Cakung bersama Perwira Pengendali dan piket fungsi kemudian mengecek ke tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra mengatakan pelaku sempat menggendong korban sambil menangis sekitar pukul 18.15 WIB. Pelaku meminta tolong ke saksi 1 agar mengantar korban ke rumah sakit.
Andre mengatakan saksi 1 saat itu bertanya ke pelaku tentang kondisi korban. Namun, pelaku berdalih korban mengalami muntah-muntah hingga luka lebam pada wajah korban karena tertimpa kipas angin.
"Kemudian saksi 1 bertanya terhadap pelaku 'emang korban sakit apa', kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah muntah, tetapi sewaktu dicek oleh saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam. Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku 'kamu apain anak ini' dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit belit," tutur Andre.
Tak percaya dengan jawaban pelaku, saksi 1 lalu melapor ke ketua RT. Andre mengatakan saat itu ibu kandung korban pulang kerja pukul 19.15 WIB dan ketika sampai di rumah, korban sudah tidak sadar.
"Sewaktu pulang dari tempat kerja dan sesampainya di rumah saksi 2 (ibu kandung korban) melihat korban sudah tidak sadarkan diri, dengan keadaan wajah korban pada lebam," ujarnya.
Andre mengatakan ibu kandung korban juga bertanya tentang kondisi korban ke pelaku. Namun, pelaku menyampaikan dalih yang sama yakni korban tertimpa kipas angin.
"Kemudian saksi 2 bertanya terhadap pelaku dan pelaku menjawab kalau korban tertimpa kipas angin. Menurut saksi 2 kalau luka di wajah korban sudah ada dua hari yang lalu dan pelaku selalu berbelit belit kalau ditanya dengan masalah anak saksi 2 (korban)," ujarnya.
Andre mengatakan laporan tentang kematian korban yang tidak wajar disampaikan oleh saksi 1 ke saksi 3 yang merupakan ketua RT pukul 19.00 WIB. Lalu, saksi 3 menghubungi Polsek Cakung.
"Saksi 3 datang ke rumah saksi 1 untuk melihat kondisi bayi (korban) dan korban sudah tidak sadarkan diri dengan wajah lebam dan mukanya pucat," ucapnya.
Andre mengungkap korban mengalami luka lebam hingga mengeluarkan darah. Kemudian, jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum.
"Dan dari hasil pengecekan oleh Tim Iden Polres Jaktim ditemukan luka lebam pada mata sebelah kiri dan luka lebam sebelah kiri serta mengeluarkan darah," ujarnya.