Dia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mengevakuasi jenazah. Setelah itu, tim dari Polda Banten mengumpulkan sampel DNA dari delapan keluarga korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya diketahui kalau jasad itu merupakan Suratman. Dia mengatakan pemeriksaan menunjukkan jasad identik dengan data antemortem anak Suratman.

"Teridentifikasi sebagai Suratman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah putra kandung dari Bapak Suratman," ucapnya.