Ia mengatakan Fredi telah pulang ke rumah. Panitia sudah menjenguk Fredi. Kondisinya sudah mulai membaik. "Hari ini kami telah mengunjungi kaka Fred, kondisi beliau perlahan membaik," ujar Ical.

Panitia menyatakan prihatin dan mengecam pemukulan wasit dalam pertandingan tersebut. Ical berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

"Bagi kami, apapun hasil pertandingan dan keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan, tindakan kekerasan bukanlah bagian dari sportivitas sepak bola dan tidak dapat dibenarkan," tegas Ical.

Panitia juga menyampaikan permintaan kepada sejumlah pihak atas insiden tersebut. Permohonan maaf disampaikan kepada korban dan keluarganya, dan organisasi wasit.

"Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh publik pecinta sepak bola atas kejadian tersebut, karena insiden ini telah mencederai semangat sportivitas, fair play, dan nilai-nilai pertandingan sepak bola yang selama ini kita junjung bersama," ujar Ical.

Ketua PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu juga mengecam pemukulan wasit tersebut. Menurut Yono, aksi Novri memukul wasit itu sebagai tindakan memalukan sepak bola Manggarai Barat. Yono menegaskan pemukulan wasit itu melanggar kode etik PSSI.

PSSI Manggarai Barat menjatuhkan sanski pembekuan terhadap Komodo United. Lisensi kepelatihan Novri juga dicabut. PSSI Manggarai Barat akan menyerahkan proses selanjutnya kepada komisi disiplin PSSI yang punya kewenangan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggan kode etik. PSSI Manggarai Barat juga mendukung proses hukum terhadap insiden tersebut.