Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas. Pihak pengurus ponpes segera membawa para korban awal ini ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan penanganan pertama.
Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami gejala mual dan muntah terus bertambah hingga mencapai puluhan santri. Melihat kondisi yang semakin mendesak, pengurus pesantren berinisiatif menghubungi layanan ambulans untuk mengevakuasi para santri ke RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.
Proses evakuasi terus berlanjut seiring bertambahnya santri yang mengeluhkan gejala serupa. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban sementara diperkirakan telah mencapai 293 santri.
"Ada 293 santri dirawat di delapan rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina.