Atas berbagai masalah tersebut, Tasya Farasya mengaku belum berniat untuk membawa pihak-pihak yang sebelumnya mengurus rumahnya ke ranah hukum seperti masukan netizen.

"Untuk menuntut pihak bersangkutan, tapi aku bukan orang seperti itu, aku nggak akan tuntut, aku tuntut di akhirat aja," kata Tasya.

Direktur Utama dan Pemilik PT Chandra Mitra Strukturindo (CMS), Wiryawan Chandra, selaku kontraktor yang ditunjuk untuk memperbaiki rumah Tasya mengungkapkan timnya sedang melakukan proses investigasi struktural pada kondisi bangunan.

"Tim engineering kami sedang melakukan pengumpulan data lapangan, yang selanjutnya akan dilengkapi dengan kajian teknis," kata Wiryawan seperti diberitakan NadiKabar pada Senin (26/10).

"Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi kondisi struktur bangunan serta perencanaan langkah perbaikan yang paling tepat untuk rumah Tasya," lanjutnya.

Dalam unggahan Tasya, Wiryawan membandingkan gambar akhir kondisi konstruksi saat selesai dibangun oleh kontraktor sebelumnya dengan hasil audit dari timnya. Ia menemukan struktur yang terpasang tidak sesuai dengan gambar yang dilaporkan oleh kontraktor lama.

"Posisi yang kita cek di sini kenyataannya kan ini jaraknya 13 cm (130 mm) harusnya kan di sini jaraknya 100 (mm). Terus ini diameter 16 tapi yang terpasang 15,36," kata Wiryawan kepada Tasya.

Tasya Farasya menjadi sorotan setelah curhat panjang soal rumah mewahnya yang belum setahun ditempati, sudah mengalami retak-retak. (Instagram/@tasyafarasya)

Kesalahan konstruksi lainnya juga ditemukan di rumah Tasya, seperti besi sengkang yang seharusnya berdiameter 10 mm, tapi yang terpasang justru berdiameter 7,39 mm.

Selain itu, tulangan utama pada bangunan yang seharusnya D16 (16 mm), tapi yang terpasang berdiameter 15,36 mm. Kondisi ini tidak sesuai dengan as-built drawing atau gambar teknis proyek konstruksi yang dibuat kontraktor sebelumnya.

Selain itu, ditemukan kayu bekisting yang terdapat di beberapa titik. Kayu bekisting berfungsi sebagai cetakan sementara untuk menampung, membentuk, dan menahan adukan beton cair saat proses pengecoran, ketika beton sudah mengeras maka kayu harusnya dilepas.

Kesalahan lain yang ditemukan adalah mutu beton di rumah Tasya yang tidak sesuai. Berdasarkan data as-built drawing NDT (non-destructive test) yang dilakukan, mutu beton yang tertulis harusnya berada di K-300 tapi ternyata ada beberapa mutu beton yang di angka 250-an.

Wiryawan berharap proses renovasi rumah milik Tasya Farasya bisa berjalan lancar meski cukup banyak ditemui sejumlah kesalahan kosntruksi yang menimbulkan kerusakan.