Dari penyelidikan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kendaraan dan korban. Aparat juga mendalami dugaan penggunaan senjata api dalam peristiwa tersebut.
Aris Sanda diketahui merupakan sopir lajuran yang melayani perjalanan masyarakat dari Wamena menuju wilayah pedalaman, termasuk jalur menuju Mbua.
Menurut keterangan TNI, korban sedang menjalankan pekerjaannya dan membawa kebutuhan logistik serta melayani transportasi masyarakat ketika peristiwa tersebut terjadi.
Aparat kemudian melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. TNI menyebut kelompok yang diduga bertanggung jawab berkaitan dengan OPM Kodap III Ndugama. Penyidikan masih dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian serta pihak yang bertanggung jawab.
Hingga Kamis (17/9), aparat masih mendalami kasus kematian Aris Sanda. Penyidikan dilakukan untuk memastikan kronologi mulai dari penghadangan, pemisahan korban dari rombongan, dugaan penyanderaan dan penembakan, hingga pembakaran kendaraan.
Karena proses hukum masih berjalan, informasi mengenai pelaku dan motif kejadian masih mengacu pada keterangan aparat serta hasil penyelidikan yang telah disampaikan kepada publik.