NADIKABAR.COM — Kepala Staf Angkatan Darat Australia (KSAD) atau Chief of Army, Letnan Jenderal Susan May Coyle, memberikan pandangannya mengenai peran dan peluang kepemimpinan bagi kaum perempuan di dunia militer. Dia juga memuji para prajurit perempuan Indonesia yang luar biasa.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Letjen Coyle menyampaikan apresiasinya terhadap para prajurit wanita dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia mengaku terkesan setelah berdialog langsung dengan jajaran prajurit perempuan TNI dari berbagai tingkatan pangkat.
"Pagi ini saya bertemu dengan para prajurit wanita militer Indonesia yang luar biasa, mulai dari perwira tinggi berpangkat bintang dua hingga tingkat prajurit. Mereka sangat menginspirasi, dan saya yakin mereka dapat meraih apa pun yang mereka cita-citakan," ujarnya saat diwawancarai Indonesianow.co di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, hari Senin (2/11/2026).
Jenderal bintang tiga yang mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Angkatan Darat Australia tersebut, mengajak para perempuan muda untuk tidak ragu mengejar karir di institusi pertahanan, meskipun sektor tersebut sering dipersepsikan sebagai bidang yang didominasi kaum pria.
Letjen Coyle menepis anggapan bahwa militer hanya diperuntukkan bagi laki-laki karena tuntutan fisiknya. Menurutnya, dunia militer saat ini menawarkan spektrum profesi yang sangat luas dan inklusif bagi siapa saja yang memiliki komitmen.
"Saran saya bagi para wanita yang ingin bergabung: cobalah dengan sungguh-sungguh, Anda tidak akan rugi apa pun," ujar Letjen Coyle.
Letjen Coyle merefleksikan perjalanan kariernya yang dimulai dari perwira perhubungan (signals officer) hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi tertinggi di struktur Angkatan Darat Australia. Menurutnya, pelatihan yang terstruktur di militer memberikan kesempatan setara bagi setiap personel untuk berkembang sesuai dengan bidang yang diminati.
"Namun, kami melatih personel kami dan mereka berkesempatan untuk bergabung serta menjalankan pekerjaan apa pun yang mereka inginkan. Bagi saya pribadi, saya bergabung sebagai perwira perhubungan (signals officer), yaitu bidang komunikasi, dan saya telah menjalani karier yang penuh hingga kini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat," lanjutnya.
Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi R menerima kunjungan kehormatan Letjen Coyle di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta. Pertemuan pada hari Senin (2/11) tersebut membahas penguatan kerja sama militer TNI AD dan AD Australia.
Dalam keterangan Dispenad, kunjungan tersebut diawali dengan upacara penghormatan militer sebagai bentuk penghormatan TNI AD kepada pimpinan AD Australia tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan courtesy call di ruang tamu KSAD.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan Angkatan Darat itu membahas tentang pengembangan hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan. Selain itu, turut dibahas berbagai peluang untuk memperkuat hubungan di antara kedua Angkatan Darat.
Kerja sama TNI AD dan Angkatan Darat Australia selama ini mencakup latihan bersama, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel, serta peningkatan kapasitas dan profesionalisme prajurit. Kegiatan tersebut mendukung peningkatan saling pengertian, kepercayaan, dan interoperabilitas kedua institusi.
"Di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks, komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan kedua Angkatan Darat serta mendukung stabilitas dan keamanan kawasan," demikian keterangan Dispenad.
Kunjungan ini menegaskan komitmen TNI AD dan Angkatan Darat Australia untuk menjaga hubungan persahabatan dan kemitraan strategis keduanya. Pertemuan ini jadi ruang penjajakan peluang peningkatan kerja sama di berbagai bidang pada masa mendatang.