"Kenapa kita membuat jembatan gantung karena terlalu mahal untuk membuat jembatan beton. Kalau pemdanya punya uang ya silakan bikin beton. Tapi ini kan perintis untuk emergency masyarakat," jelasnya.

Proses rekonstruksi jembatan ini diperkirakan memakan waktu dua bulan. Untuk mengejar target, pengerjaan akan dilakukan siang dan malam. TNI AD memutuskan melakukan pembongkaran total sejak awal konstruksi demi memastikan kualitas bangunan yang lebih kokoh bagi mobilitas warga.

Sinergi tim redaksi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong di wilayah tersebut.