"Tetapi jika kondisi darurat, kodam ini lah nanti yang memimpin untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta," ujar Maruli.

Dia pun mencontohkan kodam di Papua Tengah yang akan diresmikan. Menurut dia, keberadaan kodam itu tidak secara langsung menangani konflik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Penanganan OPM, lanjut dia, tetap berada di bawah Satgas Habema yang juga merupakan bagian dari TNI.

"Kalau untuk OPM ini satgas yang mengurus. Setelah mereka memastikan sebuah daerah berhasil dikuasai dan aman, barulah kodam masuk ke situ untuk kegiatan teritorial," ucapnya.