NADIKABAR.COM — Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono meminta para perwira TNI untuk memperkuat sistem integrasi antarmatra dan alat utama sistem senjata (alutsista) demi memaksimalkan penyelesaian operasi militer.
Hal tersebut disampaikan Tonny saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2026 di Gedung Gatot Soebroto Seskoad, Bandung, Selasa (6/10).
"Keberhasilan operasi gabungan tidak hanya ditentukan kemampuan masing-masing matra, tetapi juga keterpaduan kekuatan, sinkronisasi komunikasi, dan kesamaan pemahaman taktis," kata Tonny dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Rabu.
Seluruh elemen itu, kata Tonny, hanya bisa terwujud jika TNI memiliki sistem interoperabilitas dan terintegrasi dengan masing-masing satuan sehingga pergerakan bisa dilakukan secara taktis dan serempak.
Dia menambahkan, sistem yang terintegrasi juga sangat tepat untuk diandalkan dalam memperkuat dan melindungi wilayah Indonesia yang tergolong sangat luas.
"Indonesia membutuhkan ketepatan strategi, kecepatan mobilitas dan penyebaran kekuatan, serta integrasi operasional antarmatra," katanya menerangkan.
Karenanya, dia berharap para siswa Seskoad dapat mengembangkan diri selama pendidikan demi menciptakan sistem militer yang terintegrasi dan layak digunakan untuk pertahanan negara.
"Para pasis harus membangun komunikasi dan kesepahaman dengan matra lain, sekaligus membudayakan disiplin verifikasi informasi serta terus belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan lingkungan operasi," ujar Tonny menerangkan.
Kuliah umum yang diberikan Tonny berjudul “Implementasi Doktrin TNI Angkatan Udara dalam Mewujudkan Strategi Pertahanan Negara ‘Defensif Aktif’ guna Mendukung Terwujudnya Stabilitas Pertahanan dan Keamanan Negara”.
Dalam kuliah ini, tercatat ada 321 perwira yang mengikuti kelas. Mereka terdiri dari perwira TNI AD, TNI AU, TNI AL dan Polri.