Berdasarkan data KSEI per 23 Oktober 2026, porsi investor di Pulau Jawa turun dari 64,43 persen pada September 2026 menjadi 62,16 persen dari total keseluruhan investor pasar modal Indonesia.
Sebaliknya sejumlah daerah mencatat peningkatan porsi investor, di antaranya Sumatera naik dari 19,61 persen menjadi 20,94 persen, Kalimantan dari 5,57 persen menjadi 5,95 persen, serta Sulawesi dari 5,79 persen menjadi 6,11 persen.
Porsi investor di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga meningkat dari 3,62 persen menjadi 3,78 persen. Sementara, Maluku dan Papua naik dari 0,98 persen menjadi 1,06 persen.