NADIKABAR.COM — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyebut bakal berkoordinasi dengan kementerian terkait bilamana menemukan kekurangan pada pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
"Kalau ada yang kurang, tentunya saya akan komunikasikan dengan kementerian terkait," ujar Dudung Abdurachman usai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di Sergai, Senin.
Ia mengatakan memperbaiki kekurangan dalam salah satu program prioritas pemerintah pusat tersebut menjadi langkah agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai arahan, tugas, dan tanggungjawab yang telah diberikan.
Dudung mengatakan pemerintah pusat saat ini tengah menggencarkan peninjauan Sekolah Rakyat guna memastikan program tersebut berjalan dengan optimal, terutama untuk pendidikan anak dari masyarakat prasejahtera.
"Hari ini saya melihat dan memastikan, karena tugas Kepala Staf Kepresidenan itu adalah memastikan program Presiden. Saat ini saya berada di Kabupaten Serdang Bedagai untuk mengecek secara langsung," kata Dudung.
Dudung mengatakan persoalan yang dialami dari pelaksanaan Sekolah Rakyat tersebut bakal disampaikan kepada pemangku kebijakan terkait untuk segera ditindaklanjuti.
"Kami akan terus meninjau secara langsung bagaimana proses pelaksanaannya. Kalau misalnya ada yang kurang, nanti saya komunikasikan," kata Dudung Abdurachman.
Dalam kesempatan itu Dudung menyebut sedikitnya 93 Sekolah Rakyat telah dibangun permanen di seluruh Indonesia pada tahap kedua.
"Kemudian ada 66 Sekolah Rakyat usulan alokasi pada tahap ketiga. Target Bapak Presiden adalah pembangunan 590 Sekolah Rakyat permanen sampai tahun 2029," kata Dudung Abdurachman.